Bab : 3 Gerak Pada Manusia
Halo Sahabat [X-T][XLumajangX-Technology] kali kami memposting
tentang [Gerak Pada Manusia] Dan langsung aja dech dibaca [COPAS harus sertakan
sumber ya atau kalau tidak menyertakan dosa lho !!! ] Terima Kasih Ya!!!!!!!!!!!,,.,.,.,.,.
[C]Admin
Gerak
Salah satu ciri dari makhluk hidup adalah bergerak. Secara umum
gerak dapat diartikan berpindah tempat atau perubahan posisi sebagian atau
seluruh bagian dari tubuh makhluk hidup. Makhluk hidup akan bergerak bila aka
impuls atau rangsangan yang mengenai sebagian atau seluruh bagian
tubuhnya. Pada hewan dan manusia dapat mewakili pengertian gerak secara
umum dan dapat dilihat dengan kasat mata/secara nyata. Gerak pada manusia dan hewan
menggunakan alat gerak yang tersusun dalam sistem gerak.
Sedangkan untuk tumbuhan, gerak yang dilakukan tidak akan terlihat
oleh kasat mata karena terjadi di dalam suatu organ atau sel tumbuhan. Dengan
demikian tidak dapat disamakan arti gerak pada seluruh makhluk hidup. Gerak
pada tumbuhan juga melibatkan alat gerak, tetapi alat gerak yang digunakan
tergantung dari impuls atau rangsangan yang mengenai sel/jaringan/organ
tumbuhan tersebut. Pembahasan gerak pada tumbuhan akan lebih rinci pada bab selanjutnya
di semester yang akan datang.
Alat gerak
Alat-alat gerak yang digunakan pada manusia dan hewan ada 2 macam
yaitu alat gerak pasif berupa tulang dan alat gerak aktif berupa otot. Kedua
alat gerak ini akan bekerja sama dalam melakukan pergerakan sehingga membentuk
suatu sistem yang disebut sistem gerak.
Tulang disebut alat gerak pasif karena tulang tidak dapat
melakukan pergerakkannya sendiri. Tanpa adanya alat gerak aktif yang menempel
pada tulang, maka tulang-tulang pada manusia dan hewan akan diam dan tidak
dapat membentuk alat pergerakan yang sesungguhnya. Walaupun merupakan alat
gerak pasif tetapi tulang mempunyai peranan yang besar dalam sistem gerak
manusia dan hewan.
Otot disebut alat gerak aktif karena otot memiliki senyawa kimia
yaitu protein aktin dan myosin yang bergabung menjadi satu membentuk
aktomiosin. Dengan aktomiosin inilah otot dapat bergerak. Sehingga pada saat
otot menempel pada tulang dan bergerak dengan otomatis tulang juga akan
bergerak.
Dengan memiliki aktomiosin ini maka otot mempunyai sifat yang
lentur/fleksibel dan mempunyai kemampuan untuk memendekkan serabut ototnya
(pada saat kontraksi) dan memanjangkan serabut ototnya (pada saat
relaksasi/kembali pada posisi semula)
Rangka/Skeleton
Tulang-tulang yang bergabung menjadi satu kasatuan disebut
rangka atau skeleton. Berdasarkan letaknya skeleton dibedakan menjdi 2 jenis :
1. Eksoskeleton
Yaitu rangka yang terdapat di luar tubuh makhluk hidup. Skeleton
jenis ini terdapat hampir di semua jenis Invertebarta tingkat rendah kecuali
Protozoa, Invertebrata tingkat tinggi kecuali Phyllum Mollusca, Class
Chepalopoda, species Loligo sp/cumi-cumi.
1. Endoskeleton
Yaitu rangka yang terdapat di dalam tubuh makhluk hidup. Skeleton
jenis ini terdapat pada seluruh Vertebrata, Class Pisces, Amphia, Reptilia,
Aves dan Mammalia (PARAM) kecuali Reptilia jenis Kura-kura dan Penyu. Selain
itu terdapat juga di pada hewan Invertebrata Phyllum Mollusca, Class
Cephalopoda, species Loligo sp/cumi-cumi.
Fungsi rangka :
1. Memberikan
bentuk tubuh makhluk hidup.
2. Melindungi
organ-organ tubuh yang vital.
3. Menahan
dan menegakkan tubuh.
4. Tempat
pembentukan sel darah.
5. Tempat
perlekatan otot.
6. Tempat
penimbunan/penyimpanan zat kapur.
7. Sebagai
alat gerak pasif.
Alat gerak pasif/tulang
Tulang dapat dibedakan berdasarkan jaringan penyusunnya dan
sifat-sifat fisik yaitu :
1) Tulang rawan/tulang muda/cartilago
- Cartilago
berfungsi untuk melindungi bagian ujung epifise tulang. Terutama dalam
proses osifikasi/penulangan. Cartilago banyak banyak dijumpai pada masa
bayi terutama pada saat proses perkembangan embrio menjadi fetus.
Pembentukan rangka fetus di dominasi oleh cartilago. Seiring dengan
perkembangan fetus menjadi bayi dan memasuki usia pertumbuhan serta
dewasa, maka cartilage ini akan mengalami peristiwa osifikasi. Tetapi
tidak semua cartilago dalam tubuh, masih ada beberapa yang tetap menjadi
cartilago. Seperti dijumpai pada trachea/tenggorokan, daun telinga, hidung
bagian ujung, ruas-ruas persendian tulang.
Cartilago tersusun atas matriks condrin yaitu berupa cairan kental
yang banyak mengandung zat perekat kolagen yang tersusun atas protein dan
sedikit zat kapur/Carbonat. Dengan adanya condrin ini dapat memberikan
sifat lentur pada cartilago. Pada anak-anak cartilage lebih banyak mengandung
sel pembentuk tulang rawan dari pada matriks, sedangkan pada orang dewasa
berkebalikan.
Cartilago dibentuk oleh zat pembentuk tulang rawan yang disebut
dengan Condrosit. Tulang rawan berawal dari selaput tulang rawan yang disebut
pericondrium. Pericondrium berfungsi untuk memberikan kebutuhan nutrisi bagi
cartilage karena banyak mengandung pembuluh darah. Dalam pericondrium
banyak mengandung condroblast yaitu sel pembentuk condrosit.
- Cartilago
berdasarkan kandungan matriksnya dibedakan menjadi :
1. a.
Cartilago Hialin
Cartilago ini memiliki kandungan matriks homogen yang kaya akan
serabut kolagen, transparan dan halus. Cartilago Hialin bersifat lentur/elastic
dan kuat. Pada tubuh dapat dijumpai pada organ permukaan persendian, tulang iga
dan pada saluran respirasi terutama dinding trachea yang berbentuk cincin.
1. b.
Cartilago Fibrosa/serabut
Cartilago ini memiliki kandungan matriks berupa berkas-berkas
serabut kolagen. Cartilago Fibrosa bersifat kurang lentur. Dapat dijumpai pada
ruas-ruas tulang belakang, pada tulang tempurung lutut (tendon dan ligamentum)
dan tulang gelang panggul.
1. c.
Cartilago Elastin/elastic
Cartilago ini memiliki kandungan matriks berupa serabut elastic
berwarna kuning yang bercabang-cabang. Bersifat lentur/elastic dan tidakakan
berubah menjadi tulang sejati bila manusia beranjak dewasa. Dapat
dijumpai pada ujung hidung/cuping, saluran eustachius (pada telinga
bagian tengah) dan daun telinga.
2) Tulang keras/tulang sejati/osteon
- Osteon
berfungsi :
1. Sebagai
penyusun sistem rangka tubuh.
2. Sebagai
pelindung organ-organ yang vital.
- Terbentuk
melalui proses :
1. Osifikasi
Yaitu proses perubahan tulang rawan/tulang muda menjadi tulang
sejati atau tulang keras.
Pada peristiwa ini tulang rawan akan terisi dengan matriks
Calcium, protein, sedikit zat perekat kolagen sehingga akan membuat tulang
sejati bersifat kaku/tidak lentur dan membuat tulang mudah retak atau patah.
Secara perlahan matriks tulang rawan akan terisi oleh Calcium dan fosfor
(phosphate), hal inilah yang membuat osteon menjadi keras.
1. Kalsifikasi
Yaitu proses pengisian Calcium Carbonat pada peristiwa osifikasi.
- Pembentuk
sel tulang sejati disebut osteocyte/osteosit. Osteosit ini akan dibentuk
oleh osteoblast yaitu sel tulang muda yang nantinya akan membentuk
osteosit/perombak sel-sel tulang. Selaput pelindung tulang sejati
disebut periosteum. Kandungan yang terdapat dalam matriks osteon
adalah Calcium Carbonat atau CaCO3 dan Calcium Phosphat
atau Ca3(PO4)2.
Apabila tulang dipotong secara melintang dan dilihat dengan
mikroskop akan tampak gambaran suatu sistem yang disebut sistem
Havers/Haversii. Sistem Havers/Haversii yaitu suatu kesatuan sel-sel tulang dan
matriks tulang mengelilingi suatu pembuluh darah dan saraf yang membentuk suatu
sistem.
Di dalam sistem ini terdapat lamella konsentris atau
lingkaran-lingkaran yang merupakan kesatuanpembuluh darah dan sel saraf.
Selain itu dalam lamella konsentris terdapat rongga/cawan tempat sel tulang
berada yang disebut lakuna. Jika sel tulang telah mati hanya akan nampak
rongga/lekukannya saja. Antar lakuna dihubungkan dengan saluran kecil
beruapa kanal yang disebut dengan kanalikuli yang berfungsi untuk menyalurkan
kebutuhan nutrisi sel tulang dalam pertumbuhannya. Saluran ini tersusun dari
pembuluh darah dan sel saraf.
- Pembagian
tulang :
1. a.
Berdasarkan bentuknya dibedakan menjadi : (PIPIPEN)
© Tulang pipa/panjang
Tulang ini pada umumnya berbentuk tabung, berongga dan memanjang.
Pada kedua bagian ujungnya terjadi perluasan tulang. Fungsi dari perluasan ini
untuk berhubungan dengan tulang yang lain. Pada rongga tulang ini berisi sumsum
kuning dan lemak.
Tulang pipa terbagi menjadi 3 bagian yaitu epifise yaitu
bagian dikedua ujung tulang yang berbentuk bonggol/membulat, kemudian bagian
tengah tulang yang disebut diafise. Daerah antara diafise dengan epifise
terdapat cakraepifise a9tepatnya lebih mengarah pada dekat ujung epifise) yang
tersusun dari cartilago yang aktif membelah pada usia pertumbuhan. Pada orang
dewasa cakraepifise ini sudah menulang.
Tulang pipa dapat dijumpai pada Os. Humerus, Os. Radius, Os. Ulna,
Os. Tibia, Os. Fibula, ruas-ruas Os. Digiti Phalanges Manus, dll.
© Tulang pipih
Tulang pipih berbentuk gepeng memipih, tipis. Tulang ini tersusun
dari 2 buah lempengan tulang kompak dan tulang spons. Rongga diantara kedua
lempengan tulang tersebut terisi sumsum merah.
Tulang pipih dapat dijumpai pada Os. Costae, Os. Scapula, Os.
Sternum, Os. Cranium, dll.
© Tulang pendek
Tulang pendek berbentuk bulat dan pendek tidak beraturan atau
silinder kecil. Rongga tulang pendek berisi sumsum merah.
Tulang pendek dapat dijumpai pada ruas-ruas Os. Vertebrae,
ruas-ruas Os. Tarsal, ruas-ruas Os. Carpal, dll.
1. b.
Berdasarkan matriksnya dibedakan menjadi :
© Tulang kompak/padat
Yaitu merupakan tulang yang memiliki matriks padat dan rapat.
Tidak dijumpai adanya celah tanpa matriks dalam rongga tulang ini.
Dapat dijumpai pada tulang pipa/tulang panjang.
© Tulang spons/bunga karang
Yaitu merupakan tulang yang memiliki matriks yang tidak
padat/berongga. Dapat dijumpai pada tulang pipih dan tulang pendek.
1. c.
Berdasarkan letaknya tulang dibedakan menjadi :
© Tulang Axial terdiri dari :
1. A. Tulang
Tengkorak :
1) Tulang dahi
= 1 buah
2) Tulang
ubun-ubun
= 2 buah
3) Tulang kepala bagian belakang
= 1 buah
4) Tulang pelipis
= 2 buah
5) Tulang baji
= 2 buah
6) Tulang
tapis
= 2 buah
7) Tulang
mata
= 2 buah
8) Tulang air
mata
= 2 buah
9) Tulang rongga
mata
= 2 buah
10) Tulang
pipi
= 2 buah
11) Tulang hidung
= 2 buah
12) Tulang rahang atas
= 2 buah
13) Tulang rahang bawah
= 2 buah
14) Tulang langit-langit
= 2 buah
15) Tulang pangkal lidah
= 1 buah
1. B. Tulang
Pendengaran :
1) Tulang
martil
= 2 buah
2) Tulang
landasan
= 2 buah
3) Tulang sanggurdi
= 2 buah
1. C. Tulang
badan :
1) Tulang
leher
= 7 ruas
2) Tulang
punggung
= 12 ruas
3) Tulang
pinggang
= 5 ruas
4) Tulang kelangkang
= 5 buah
5) Tulang ekor
=4 ruas (menyatu)
1. D. Tulang
dada :
1) Tulang dada bagian
hulu
= 1 buah
2) Tulang dada bagian
badan
= 1 buah
3) Tulang dada bagian taju
pedang = 1buah
1. E. Tulang
rusuk :
1) Tulang rusuk sejati
= 7 pasang
2) Tulang rusuk
palsu
= 3 pasang
3) Tulang rusuk
melayang
= 2 pasang
1. F. Tulang
gelang bahu :
1) Tulang
selangka
= 2 buah
2) Tulang
belikat
= 2 buah
1. G. Tulang
gelang panggul :
1) Tulang usus
= 2 buah
2) Tulang
duduk
= 2 buah
3) Tulang
kemaluan
= 2 buah
© Tulang
Apendikuler/Extremitas
A. Tulang pergerakan atas :
1) Tulang lengan
atas
= 2 buah
2) Tulang
pengumpil
= 2 buah
3) Tulang hasta
= 2 buah
4) Tulang
pergelangan
tangan
= 2 x 8 buah
5) Tulang telapak
tangan
= 2 x 5 buah
6) Tulang ruas
jari
tangan
= 2 x 14 ruas
B. Tulang pergerakan bawah :
1) Tulang paha
= 2 buah
2) Tulang
tempurung
lutut
= 2 buah
3) Tulang betis
= 2 buah
4) Tulang kering
= 2 buah
5) Tulang
pergelangan kaki
= 2 x 7 ruas
6) Tulang telapak
kaki
= 2 x 5 buah
7) Tulang ruas
jari kaki
= 2 x 14 ruas
.
Persendian/artikulasi
Merupakan hubungan antara 2 buah tulang. Struktur khusus yang
terdapat pada artikulasi yang dapat memungkinkanuntuk pergerakan disebut
dengan sendi.
Artikulasi dapat dibedakkan menjadi :
1) SINARTHROSIS
Disebut juga dengan sendi mati.
Yaitu hubungan antara 2 tulang yang tidak dapat digerakkan sama
sekali. Artikulasi ini tidak memiliki celah sendi dan dihubungkan dengan
jaringan serabut. Dijumpai pada hubungan tulang pada tulang-tulang tengkorak
yang disebut sutura/suture.
2) AMFIARTHROSIS
Disebut juga dengan sendi kaku.
Yaitu hubungan antara 2 tulang yang dapat digerakkan secara
terbatas. Artikulasi ini dihubungkan dengan cartilago. Dijumpai pada
hubungan ruas-ruas tulang belakang, tulang rusuk dengan tulang belakang.
3) DIARTHROSIS
Disebut juga dengan sendi hidup.
Yaitu hubungan antara 2 tulang yang dapat digerakkan
secara leluasa atau tidak terbatas. Untuk melindungi bagian ujung-ujung tulang
sendi, di daerah persendian terdapat rongga yang berisi minyak sendi/cairan
synovial yang berfunggsi sebagai pelumas sendi.
Dapat dibedakan menjadi :
a) Sendi engsel
Yaitu hubungan antar tulang yang memungkinkan gerakan hanya satu
arah saja. Dijumpai pada hubungan tulang Os. Humerus dengan Os. Ulna dan Os.
Radius/sendi pada siku, hubungan antar Os. Femur dengan Os. Tibia dan Os.
Fibula/sendi pada lutut.
b) Sendi pelana/sendi sellaris
Yaitu hubungan antar tulang yang memungkinkan gerakan kedua
arah. Dijumpai pada hubungan antara Os. Carpal dengan Os. Metacarpal, sendi
pada tulang ibu jari.
c) Sendi putar
Yaitu hubungan antar tulang yang memungkinkan salah satu tulang
berputar terhadap tulang yang lain sebagai porosnya. Dijumpai pada hubungan
antara Os. Humerus dengan Os. Ulna dan Os. Radius, hubungan antar Os. Atlas
dengan Os. Cranium.
d) Sendi peluru/endartrosis
Yaitu hubungan antar tulang yang memungkinkan gerakan ke segala
arah/gerakan bebas. Dijumpai pada hubungan Os. Scapula dengan Os. Humerus,
hubungan antara Os. Femur dengan Os. Pelvis virilis.
e) Sendi geser
Yaitu hubungan antar tulang yang memungkinkan gerakan pada satu
bidang saja atau gerakan bergeser. Dijumpai pada ruas-ruas Os. Vertebrae,
ruas-ruas Os. Metatarsal dan ruas-ruas Os. Metacarpal.
f) Sendi luncur
Yaitu hubungan antar tulang yang memungkinkan gerakan badan
melengkung ke depan (membungkuk) dan ke belakang serta gerakan memutar
(menggeliat).
g) Sendi gulung
Yaitu hubungan antar tulang yang gerakan tulangnya seolah-olah
mengitari tulang yang lain. Dijumpai pada hubungan Os. Metacarpal dengan Os.
Radius.
h) Sendi ovoid
Yaitu hubungan antar tulang yang memungkinkan gerakan berporos
dua, dengan gerak ke kiri dan ke kanan; gerakan maju dan mundur; gerakan
muka/depan dan belakang. Ujung tulang yang satu berbentuk ovaldanmasuk ke
dalam suatu lekuk yang berbentuk elips. Dijumpai pada hubungan Os. Radius
dengan Os. Carpal.
Alat Gerak Aktif/Otot
Berdasarkan struktur selnya dibedakan menjadi :
1. Otot
Polos/Licin
- Memiliki
bentuk sel otot seperti silibdris/gelendong dengan kedua ujung meruncing.
- Memiliki
satu buah inti sel yang terletak di tengah sel otot.
- Mempunyai
permukaan sel otot yang polos dan halus/licin.
- Pergerakan
sel otot ini diluar kehendak/tanpa disadari dengan sifat pergerakan lambat
dan teratur. Sehingga dengan demikian tidak memungkinkan cepat lelah pada
sel otot.
- Sel
otot ini banyak dijumpai di seluruh organ dalam tubuh keculai jantung dan
rangka.
1. Otot
Lurik/Seran Lintang/Rangka
1) Memiliki bentuk sel yang panjang
seperti serabut/benang/filament.
2) Memiliki banyak inti sel yang
terletak di tepi.
3) Memiliki permukaan yang tampak
bergaris-garis gelap dan terang yanag melintang pada struktur selnya. Hal ini
dikarenakan adanya myofibril yang tidak seragam/tidak sama tebalnya pad
permukaan sel otot.
4) Pergerakan sel otot ini sesuai
dengan kehendak/diperintah oleh otak. Sehingga sifat pergerakannya cepat dan
tidak teratur serta mudah lelah.
5) Sel otot ini hanya dijumpai di
rangka, karena melekat di tulang untuk pergerakan.
1. Otot
Jantung/myocardium
- Memiliki
bentuksel yang memanjang seperti serabut/filament yang bercabang.
Percabangan sel otot jantung disebut dengan Sinsitium.
- Memilki
banyak inti sel yang terletak di tepi agak ke tengah.
- Pergerakan
sel otot ini tanpa disadari/diluar kehendak.s ehingga sifat pergerakannya
adalah lamat, teratur dan tidak mudah lelah.
- Sel
otot ini hanya dijumpai pada organ jantung.
Berdasarkan cara kerjanya dibedakan menjadi :
1) Otot sinergis
Yaitu hubungan antar otot yang cara kerjanya saling
mendukung/bekerja sama/menimbulkan gerakan yang searah.
Ex :
© Seluruh otot pronator yang
mengatur pergerakan telapak tangan untuk menelungkup.
© Seluruh otot supinator yang
mengatur pergerakan telapak tangan m enengadah.
2) Otot antagonis
Yaitu hubungan antar otot sayng cara kerjanya saling
berlawanan/bertolak belakang/tidak searah.
Macamynya :
- Otot
ekstensor (meluruskan) dengan fleksor (membengkokkan).
- Otot
abductor (menjauhi sumbu badan) dengan adductor (mendekatisumbu badan).
- Otot
supinator (menengadah) dengan pronator (menelungkup).
- Otot
depressor (gerakan ke bawah) dengan elevator (gerakan ke atas).
Berdasarkan perlekatannya dibedakan menjadi :
1 Origo
Yaitu bagian ujung otot yang melekat pada tulang dengan pergerakan
yang tetap/stabil pada saat kontraksi.
2 Insersio
Yaitu bagian ujung otot yang melekat pada tulang dengan pergerakan
yang berubah posisi pada saat kontraksi.
Bagan/skema mekanisme cara kerja otot.
1 Kontraksi
Impuls sel otot ujung saraf asetilkolin sel otot
membebaskan ion Ca 2+ protein aktin + myosin
aktomiosin serabut otot memendek kontraksi.
2 Relaksasi
Impuls plasma sel otot menyerap Ca 2+ aktomiosin
aktin + myosin serabut otot memanjang
relaksasi.
Kelainan pada tulang dan otot
Penyebab kelaian oleh :
- Genetis
- Kuman
penyakit.
- Kelainan
susunan tulang dan sendi.
- Kebiasaan
sikap duduk yang salah.
- Kebiasaan
aktivitas kerja yang berlebihan.
- Kurang
gizi.
- Kecelakaan.
Macam kelainan pada sistem gerak
v Fraktura /patah tulang
Yaitu kelainan pada tulang akibat kecelakaan, baik kendaraan
bermotor atau jatuh. Dibedakan menjadi 2 yaitu fraktura yang tertutup (patah
tulang yang tidak sampai merobek kulit/otot) dan fraktura yang terbuka
(patah tulang yang merobek/menembus kulit/otot).
v Osteoporosis
Yaitu kelainan pada tulang yang disebakan karena adanya
pengeropososan tulang. Hal ini karena tubuh sudah tidak mampu lagi menyerap dan
menggunakan Calcium secara normal.
v Fisura/retak tulang
Yaitu kelainan tulang yang menimbulkan keretakan pada
tulang, akibat kecelakaaan.
v Lordosis
Yaitu kelainan tulang karena sikap duduk sehingga tulang
belakang melekung pada daerah lumbalis. Ha ini akan mengakibatkan posisi
kepala tertarik ke belakang.
v Skolisosis
Yaitu kelainan tulang karena sikap duduk sehingga tulang belakang
melekung ke araah lateral. Hal ini akan menyebabkan badan akan bengkok
membentuk huruf S.
v Kifosis
Yaitu kelainan tulang karena sikap duduk sehingga tulang belakang
yanag terlalu membengkok ke belakang.
v Hipertrofi
Yaitu kelainan otot yang membesar dan menjadi lebih kuat karena
sel otot diberikan kegiatan/aktivitas yang terus menerus secara berlebihan.
v Atrofi
Yaitu kelainan otot yang mengecil, lemah, fungsi otot yang
menurun. Hal ini disebabkan adanya penyakit polimielitis yang dapat merusakkan
sel saraf pada otot.
v Stiff/kaku leher
Yaitu kelainan otot karena adanya peradangan otot trapesius leher
akibat gerakan yang menghentak secara tiba-tiba/salah gerak.
v Tetanus
Yaitu kelainan otot yang disebabkan adanya infeksi bakteri Clostridium
tetani. Sehingga menyebabkan otot menjadi kejang-kejang.
v Dll.
Maaf Ya Sahabat [X-T][XLumajangX-Technology]Kurang Lengkap
Nanti Akan Posting Lagi [Terima kasih]
Terima Kasih Ya Sahabat [X-T][XLumajangX-Technology]
sudah baca postingan saya tentang [Isi judul postingan][COPAS
harus sertakan sumber ya atau kalau tidak menyertakan dosa lho !!! ] Terima
Kasih Sekali Lagi Ya!!!!!!!!!!!,,.,.,.,.,.
[C]Admin


Ini Copas dimana OM?
BalasHapusNie Bukan Copas OM
BalasHapusKlw boleh tanya postingan blog kamu da yg copas ghak